We have 1 guest online
Home HOME MANG OKIM SIDE PYRRHOTITE MISTERIUS BERNILAI RP 2,6 MILYAR

PYRRHOTITE MISTERIUS BERNILAI RP 2,6 MILYAR

PIRRHOTIE MISTERIUS BERNILAI RP 2,6 MILYAR
PIRRHOTIE MISTERIUS
Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,
Hari Kamis , 10 Juni 2010, mang Okim kedatangan seorang tamu dari Jakarta , pak Mahri, yang membawa satu contoh mineral yang kenampakannya mirip dengan pirit padat yang  ada di koleksi  mang Okim  . Pak Mahri berjanji akan datang ke Serambi Batumulia Bandung pukul 13.00 dengan harapan hasil pemeriksaannya dapat langsung dibawa pulang ke Jakarta. Tetapi berhubung satu dan lain hal, pak Mahri baru tiba pukul 16.00 sehingga hasil pemeriksaannya baru dapat diberikan keesokan harinya. Alhamdulilah bahwa pak Mahri dapat menerima penundaan ini dan tidak keberatan kalau  mineralnya ditinggal sehingga dapat diperiksa dengan lebih seksama. Mang Okim terkesiap juga ketika diberitahu bahwa  mineral tersebut  akan dibeli oleh bos pak Mahri dengan harga Rp 2,6 milyar asal hasil pemeriksaannya membuktikan bahwa jenisnya intan atau diamond.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa  berat mineral tersebut  1,56 kg ,  memiliki sifat magnetik yang kuat, bentuknya membundar, platy aggregates, kilapnya metalik, kekerasannya sekitar 5 Mohs,  dan berat jenisnya  6,23. Dari hasil searching di buku, ternyata  mineral yang kilapnya metalik dan punya sifat magnetik kuat variasinya hanya 2 ( dua )  yaitu magnetite dan pyrrhotite. Untuk magnetit tidak mungkin karena warnanya  kekuningan sedangkan magnetit kehitaman. Satu-satunya yang agak mirip adalah pyrrhotite yang  nama lainnya magnetic pirite atau pirit magnetik. Hanya sayang sekali bahwa  berat jenisnya tidak cocok yaitu  6,23 instead of sekitar 4,6. Setelah mang Okim pertimbangkan segala kemungkinan khususnya yang menyangkut potensi kerugian yang  Rp 2,6 milyar , maka mang Okim berani simpulkan bahwa mineral tersebut adalah pyrrhotite dengan catatan mengandung unsur  mineral berat  sehingga ada anomali dalam berat jenisnya.

Gambar 1Gambar 2

Gambar 1 : Mineral " pyrrhotite " yang dibawa pak Mahri yang nilainya Rp 2,6 milyar.
Perhatikan  goresan-goresan dan lobang-lobang yang menyerupai lobang pelepasan gas.
Perhatikan bentuknya yang membundar (  Garis tengah cincin 2,5 cm  atau  sekitar 1 inci ).

Gambar 2 : Close -up dari gambar 1 bagian kiri atas.



Gambar 3Gambar 4
Gambar 3 : Mineral " pyrrhotite " atau " iron meteorite " (?)  milik pak Eko yang ditemukan
di lokasi jatuhnya sebuah meteor  di kawasan Purworejo pada tahun 1948 . Perhatikan bentuknya yang membundar ( skala uang aluminium Rp 500 ).

Gambar 4 : Close-up dari gambar 3  bagian kiri atas.



Mungkinkah METEORITE ???
Kisah di atas ternyata belum berakhir dan ada buntutnya. Kemaren sore , seusai mang Okim memimpin 50 an mahasiswa geologi Unsoed  Purbalingga kuliah lapangan dalam kaitannya dengan mata kuliah Geologi Batumulia, mang Okim dijumpai oleh pak Eko yang diantar oleh 2 orang dosen Unsoed. Maksudnya adalah untuk berkonsultasi tentang  sebuah mineral yang beratnya sekitar 0,9 kg, yang diwariskan oleh kakek pak Eko. Mineral tersebut konon  ditemukan sendiri oleh kakek pak Eko di wilayah Purworejo sekitar tahun 1948, di lokasi  jatuhnya sebuah benda yang diduga meteor. Ketika itu ada cahaya berkilauan dari langit yang melesat dan menumbuk  bumi. Kakek pak Eko kemudian langsung mendatangi lokasi tersebut dan menemukan  sebuah benda yang masih pijar membara. Keesokan harinya, ketika kakek pak Eko datang kembali ke tempat itu, ternyata benda pijar tersebut adalah sebuah mineral yang kenampakan fisiknya sangat mirip dengan mineral pyrrhotite pak Mahri yaitu selain bentuknya yang membundar dan warnanya yang kekuningan seperti pirit,  memiliki juga sifat magnetik  yang  kuat.

Mang Okim tentu saja penasaran akan dua peristiwa di atas. Sesampainya di Bandung, mang Okim buka buku McCall, Meteorites and Their Origins ( 1973 ). Di halaman 92 tertulis : The end member of the familiar pyrrhotite mineral series ( FeS (1+n)), found in many terrestrial ores etc, this mineral occurs in most meteorites. In irons, it forms rounded or irregular nodules or patches, commonly associated with graphite - - - - - - - - -. Kalau kita lihat dan perhatikan betul-betul pyrrhotite milik pak Mahri dan pyrrhotite milik pak Eko ( lihat gambar di bawah ), sifat-sifatnya sangat mendekati deskripsi McCall ini. Selain dari itu, ada lobang-lobang mencurigakan yang mungkin saja sebagai lubang pelepasan gas. Kalau demikian, mungkinkah ke dua mineral yang mang Okim interpretasikan sebagai mineral pyrrhotite ini adalah benar-benar Iron Meteorite yang mengandung banyak mineral pyrrhotite sehingga berat jenisnya lebih tinggi dari  pyrrhotite ?

Semoga saja ada rekan-rekan akademisi  dan mineralogist  yang dapat memberikan penjelasan  lebih lengkap tentang mineral pyrrhotite ini dalam kaitannya dengan meteorites / iron meteorites. Seandainya kedua mineral  yang  mang Okim kisahkan di atas benar-benar meteorite, maka walaupun tidak sedahsyat nilai intan / diamond, mang Okim berharap semoga pemiliknya, baik pak Eko ataupun orang yang akan menjualnya ke bos pak Mahri,  mendapatkan rezeki besar  atas mineral yang mereka miliki tersebut. Hal ini tentulah bukan impian belaka mengingat   dalam kasus jatuhnya debu meteor di Duren Sawit Jakarta sekitar 2 bulanan yang lalu , ada kolektor yang konon berani beli Rp 0,5 milyar untuk meteor padatnya yang tak kunjung ketemu . Hanya - - - kalau benar-benar terjual mahal, jangan lupa zakat malnya yaaa ( mang Okim kurang paham, 2,5 % atau 10 % seperti halnya dengan zakat barang tambang ??? ).

Semoga bermanfaat, salam cinta batumulia dan mineral,
Mang Okim

Last Updated (Saturday, 26 June 2010 10:28)

 
Yahoo Messenger
Social Media Links