BATUMULIA DI PERINGATAN 40 HARI WAFATNYA IBU AINUN HABIBIE
BATUMULIA DI PERINGATAN 40 HARI
WAFATNYA IBU AINUN HABIBIE
WAFATNYA IBU AINUN HABIBIE
Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,
Memenuhi undangan via Pak Rubijanto, Sespri Prof. Habibie, hari Selasa, 29 Juni 2010 yang lalu, mang Okim hadir dalam acara peringatan 40 hari wafatnya Ibu Hj. Hasri Ainun Habibie . Seperti halnya sewaktu hari pemakaman Almarhumah, undangannya dikirim lewat SMS . Ketika mang Okim dan neng Ai tiba di tempat acara di Patra Kuningan Jakarta, ratusan orang yang kebanyakan para santri telah duduk bersila rapih di karpet yang dihamparkan di sepanjang jalan masuk menuju balairung tempat acara . Puluhan petugas sekuriti tampak siaga di sekitar pintu masuk utama . Mang Okim sempat putus asa karena tidak tahu harus duduk dimana. Untunglah mang Okim ingat pesan SMS di HP yang ketika ditunjukkan ke petugas sekuriti , mang Okim dan neng Ai langsung diantar oleh 2 petugas ke pintu utama / balairung dimana tampak beberapa puluh undangan penting duduk bersila di karpet.
Balairung utama tempat acara berlangsung terkesan begitu megah dan asri dengan arsitektur unik yang hampir seluruhnya tersusun dari kayu-kayu berukir. Foto Ibu Ainun (gambar 1) dan Prof. Habibie , demikian juga lukisan ayat-ayat suci Al Qur'an , tampak terpasang indah di beberapa bagian ruangan. Mang Okim kemudian bergabung dengan para tamu ( gambar 2 ) dan alhamdulilah di sana telah ada PP Subagio, rekan mang Okim di Rotary.
Tokoh-tokoh penting yang hadir di acara tersebut antara lain Pak Jusuf Kalla , Pak Wapres Boediono , Prof. Quraish Shihab, dan lain-lain. Mang Okim sempat juga bertutur-sapa dengan Pak Ridwan Djamaluddin dari IAGI / BP-Migas ( keluarga dekat Pak Habibie ), Pak Jaya Suprana ( budayawan, mantan Gubernur Rotary ), Pak Wawan ( Wakil Rektor ITB yang juga suami Bu Melok , adik bungsu Bu Ainun yang sejak 1 Juli 2010 menjabat sebagai Presiden Rotary Club Bandung Utara ), dan Pak Ilham, putera Prof. Habibie.
Tokoh-tokoh penting yang hadir di acara tersebut antara lain Pak Jusuf Kalla , Pak Wapres Boediono , Prof. Quraish Shihab, dan lain-lain. Mang Okim sempat juga bertutur-sapa dengan Pak Ridwan Djamaluddin dari IAGI / BP-Migas ( keluarga dekat Pak Habibie ), Pak Jaya Suprana ( budayawan, mantan Gubernur Rotary ), Pak Wawan ( Wakil Rektor ITB yang juga suami Bu Melok , adik bungsu Bu Ainun yang sejak 1 Juli 2010 menjabat sebagai Presiden Rotary Club Bandung Utara ), dan Pak Ilham, putera Prof. Habibie.
Akik Karnelian di jari manis kiri Prof. Quraish Shihab,
Seusai shalat Maghrib berjemaah dan tahlilan, hadirin disuguhi ceramah yang sangat menarik dari Prof. Quraish Shihab . Di awal ceramahnya, beliau membahas tentang makna angka 40 dan beberapa angka lain dalam kaitannya dengan ilmu numenorologi dan tasawuf. Selanjutnya beliau menjelaskan tentang hubungan spiritualisme dengan ratio / akal , dan tentang hal ikhwal roh yang pada hakekatnya bersifat kekal . Menurut beliau, orang-orang yang sejiwa, rohnya akan selalu berhubungan, dan orang-orang yang saling mencintai, rohnya akan menyatu dan tak akan pernah terpisahkan. Ceramah Prof. Quraish Shihab menjadi lebih menarik setelah mang Okim melihat cincin batu yang menghiasi kedua jari manis beliau ( Gambar 3 ). Dari pengamatan jarak jauh , yang di jari kiri beliau kemungkinan besar jenis Akik Yaman atau Carnelian Agate / Akik Karnelian ( Gambar 4 ). Batu jenis ini pernah mang Okim beli di Mekah pada tahun 1994 . Yang di jari manis kanan warnanya kemerahan, kemungkinan Ruby atau Garnet ( ukurannya terlalu kecil untuk ditebak jarak jauh ).
Melihat cincin batu Prof. Quraish Shihab, mang Okim penasaran ingin tahu, mengapa yang beliau pilih Akik Karnelian, apakah ada unsur tasawuf , ataukah karena tampilannya yang menarik ( love at the first sight ?). Atau barangkali karena batu tersebut mengandung kenangan manis yang ingin terus diingat oleh beliau. Mang Okim kemudian searching di buku-buku gemologi. Prof. Quraish Shihab yang lahir pada 16 Februari 1944 ( di Rappang, Sulsel ) konon cocoknya memakai batu Amethyst atau Kecubung Asihan, sedangkan untuk zodiak beliau yang Aquarius, cocoknya Turquoise / Pirus atau Falcon Eyes / Mata Burung Elang . Dengan demikian maka kedua cincin batu yang beliau pakai tampaknya tidak berkaitan dengan bulan kelahiran ataupun zodiak beliau. Pertanyaannya kini, apakah pemilihannya karena Akik Karnelian konon punya khasiat menenangkan pikiran, mencegah stress, meredam pengaruh jahat, dan to still the blood and calm the temper ? Wallahualam ( lihat Sujatmiko : Struktur Internal Akik Banten, Kaitannya dengan Proses Geologi, Proceeding IAGI 1997 ). Seandainya mang Okim waktu itu dapat berbincang dengan beliau , mungkin pertanyaan tersebut bisa terjawab - - - ta' iya.
Cincin berlian di jari manis kanan Prof. Habibie,
Ceramah pamungkas yang disampaikan oleh Prof. Habibie sarat dengan nilai-nilai spiritual, filosofi cinta, dan keilmuan tingkat tinggi. Bagaikan seorang deklamator dan sekaligus orator, beliau mengawali ceramahnya tentang kematian yang didasarkan pada pengalaman pribadi beliau ketika ditinggal wafat ibunda tercinta dan isteri tersayang.
Kehilangan tersebut diibaratkan hardware yang hilang mendadak atau energy lost yang mengakibatkan no interface, no software, no data. Energi kuantum tersebut kemudian berubah bentuk atau pindah tempat entah kemana. Hal itulah yang beliau yakini tentang kematian Ibu Ainun , yang walaupun jasadnya telah tiada, tetapi roh atau energi yang terkandung di dalamnya tetap abadi.
Kehilangan tersebut diibaratkan hardware yang hilang mendadak atau energy lost yang mengakibatkan no interface, no software, no data. Energi kuantum tersebut kemudian berubah bentuk atau pindah tempat entah kemana. Hal itulah yang beliau yakini tentang kematian Ibu Ainun , yang walaupun jasadnya telah tiada, tetapi roh atau energi yang terkandung di dalamnya tetap abadi.
Ceramah beliau berlanjut ke masalah manusia dan komputer, rahasia Big Bang yang menyangkut teori kosmos tentang awal mula terciptanya jagad raya, sampai ke teka-teki tentang kapan manusia sadar akan eksistensi Sang Pencipta . Dialog terakhir beliau dengan Ibu Ainun menambah keyakinan beliau bahwa cinta Ibu Ainun , demikian juga cinta beliau , telah manunggal dalam roh , jiwa, dan bathin, sehingga perpisahan yang terjadi sifatnya sementara saja. Beliau selalu berdo'a dan bermunajat kepada Allah SWT semoga kalau tiba saatnya nanti, beliau dapat dipulangkan ke tempat dimana Ibu Ainun berada , karena beliau dan Ibu Ainun telah manunggal.
Mengenai cincin berlian di jari manis kanan Prof. Habibie yang disandingkan dengan cincin pernikahan / pertunangan ( gambar 5 dan 6 ), sungguh tidak mudah untuk menebak apakah cincin tersebut merupakan cadeau khusus dari isteri tercinta, atau ada alasan khusus yang melatari pilihan beliau. Tetapi yang jelas, ketika Prof Habibie dan Ibu Ainun mengunjungi serambi batumulia di Bandung tanggal 4 Mei 2008 yang lalu, Ibu Ainun memilihkan untuk suami tercinta, beberapa bolo ties atau dasi koboy batumulia . Mempertimbangkan bahwa Prof. Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936 ( di Pare-pare, Sulsel ) , batumulia yang konon rekomended untuk birth-stone Juni adalah Pearl ( mutiara ) atau Moonstone ( biduri bulan ), sedangkan untuk zodiak Cancer adalah Aventurine atau Chrysoprase yang warnanya hijau. Dengan demikian maka pemilihan cincin berlian oleh beliau tampaknya nothing to do dengan batu kelahiran ataupun batu zodiak. Apakah karena berlian punya hasiat antara lain : able to amplify the energy of whatever it comes in contact with - - - - - ? Wallahualam. Mudah-mudahan di suatu hari nanti, mang Okim punya kesempatan berbincang khusus tentang perbatuan dengan beliau.
Semoga bermanfaat, Salam Cinta Batumulia ,
Mang Okim
Indonesian Gemstone Promotion Center
Jl. Pajajaran No. 145 Bandung 40173
Telp/Fax: +62-22-6038712
Http://www.gemafia.co.id
Jl. Pajajaran No. 145 Bandung 40173
Telp/Fax: +62-22-6038712
Http://www.gemafia.co.id
Penggalan Sajak Prof. Habibie untuk Ibu Ainun
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
LAMPIRAN FOTO
Gambar 1 : Foto Alm. Ibu Ainun yang menghiasi dan mewarnai balairung rumah pribadi di Plaza Kuningan.
Gambar 2 : Suasana di ruang acara. Pak Habibie , Pak Jusuf Kalla, Pak Boediono, duduk di ujung balairung.

Gambar 3 : Prof. Quraish Shihab memberikan ceramahnya. Kedua jari manisnya dihiasi cincin batu.
Gambar 4 : Jari manis kiri Prof. Quraish Shihab yang berhiaskan cincin Carnelian Agate.

Gambar 5 : Pak Habibie didampingi puteranya , Pak Ilham, memberikan ceramah tentang makna " kematian " ,
Gambar 6 : Jari manis kanan Pak Habibie yang berhiaskan cincin berlian, disandingkan dengan cincin kawin .
Last Updated (Thursday, 22 July 2010 06:49)





